cara membuat input data
<html>
<head>
<title>Data Siswa</title>
</head>
<h3><font size="10" face="Tahuma"><center><b>Data Siswa</b></center></font></h3>
<body background="n.jpg">
<table border='0'>
<form action='tambah.php'>
<tr>
<td><font size="5">Nama</font></td>
<td>:</td>
<td><input type='text' name='nama' length='50'><font color="#ffffff"></font></td>
</tr>
<tr>
<td><font size="5">Kelas</font></td>
<td>:</td>
<td><input type='text' name='kelas' maxlength='50'></td>
<tr><br></br>
<td><font size="5">NIS</font></td>
<td>:</td>
<td><input type='text' name='NIS' maxlength='50'></td>
</tr><br></br>
<tr>
<td><font size="5">Alamat</font></td>
<td>:</td>
<td><textarea name="alamat" rows="5" cols="30"></textarea></td>
</tr>
<tr>
<td colspan='3'><br><br><br><input type='submit' value='Simpan'></br></br></br></td>
</tr>
</form>
</table>
</body>
</html>
hasil
Jumat, 16 Maret 2018
Kamis, 01 Maret 2018
ARRAY didalam C++
Array merupakan tipe data terstruktur yang berguna untuk menyimpan sejumlah data yang bertipe sama. Bagian yang menyusun array disebut elemen array(isi), yang masing-masing elemen dapat diakses tersendiri melalui indeks array.- Antara satu variabel dengan variabel lain di dalam array dibedakan berdasarkan Subscript
- Sebuah subscript berupa bilangan di dalam Kurung siku […]
- Melalui subscript inilah masing-masing elemen array dapat diakses.
Terdapat dua cara umum dalam mendeklarasikan variabel array :
- Mendeklarasikan variabel array, tanpa memasukkan nilai ke dalam variabel tersebut:
int nomor [6] ; - Mendeklarasikan variabel array, dengan memasukkan nilanya sekaligus ke dalam variabel tersebut:
int nomor [6] = { 10, 14, 28, 20, 23, 9 } ;
Macam – macam array dapat dibedakan menjadi :
1. Array berdimensi satu
Yaitu data-data akan disimpan dalam satu baris array, sehingga hanya dibutuhkan satu pernomoran indeks.Misalkan kita ingin membuat program untuk mencari nilai rata-rata dari 5 buah data nilai yang diinputkan oleh user. Tanpa menggunakan array, maka programnya adalah sebagai berikut :
void main() {Pada program di ATAS kita memerlukan 5 buah variabel yang berbeda-beda untuk menyimpan 5 buah nilai. Bisa dibayangkan kesulitan yang dihadapi jika kita harus memproses data yang lebih banyak.
float nilai1, nilai2, nilai3, nilai4, nilai5;
float jumlah, rata2;
cout<<“Program Menghitung Nilai Rata-rata”<<endl;
cout<<“Masukkan nilai ke 1 : “;
cin>>nilai1;
cout<<“Masukkan nilai ke 2 : “;
cin>>nilai2;
cout<<“Masukkan nilai ke 3 : “;
cin>>nilai3;
cout<<“Masukkan nilai ke 4 : “;
cin>>nilai4;
cout<<“Masukkan nilai ke 5 : “;
cin>>nilai5;
jumlah = nilai1 + nilai2 + nilai3 + nilai4 + nilai5;
rata2 = jumlah / 5;
cout<<“Nilai rata-rata adalah “<<rata2<<endl;
getch();
}
Jadi Untuk lebih mudahnya kita dapat menggunakan array, seperti pada program berikut :
void main()
{
float nilai[5];
float jumlah, rata2;
cout<<“Program Menghitung Nilai Rata-rata”<<endl;
for(int i=0; i<5; i++)
{
cout<<“Masukkan nilai ke “<<(i+1)<<” : “;
cin>>nilai[i];
}
jumlah = 0;
for(int i=0; i<5; i++)
{
jumlah = jumlah + nilai[i];
}
rata2 = jumlah / 5;
cout<<“Nilai rata-rata adalah “<<rata2<<endl;
getch();
}
2. Array Berdimensi Dua
Array dua dimensi sering digambarkan sebagai sebuah matriksArray berdimensi dua memberikan kita kesempatan untuk menyimpan data baik dalam bentuk baris maupun dalam bentuk kolom. Oleh karena itu dibutuhkan dua buah nilai indeks.
Bentuk umum dalam mendeklarasikan array berdimensi dua adalah sebagai berikut :
tipe data namaVariabel [jumlah_baris] [jumlah_kolom]Contoh Array Dimensi dua :

Bentuk tabel diatas dapat dituangkan dalam bentuk array berdimensi dua dengan pendefinisian sebagai berikut :
Pada pendefinisian diatas :
3 menyatakan jumlah baris (mewakili jurusan)
4 menyatakan jumlah kolom (mewakili tahun kelulusan)
Contoh pengaksesan :
data_lulus[1][2] = 5;
Artinya, memberikan nilai 5 ke baris 1 kolom 2 (baris dan kolom dimulai dari 0).
cout<<data_lulus[1][2];
Artinya, menampilkan elemen data_lulus dengan subscript pertama (baris) berupa 1 dan subscript kedua (kolom) berupa 2.
Contoh Array Berdimensi dua
#include <iostream.h>Output Data
#include <conio.h>
int main()
{
int Nilai[4][3];
int pilih, i;
// memasukkan data ke dalam array berdimensi dua
Nilai[0][0] = 5; // nilai Nobita minggu ke 1
Nilai[0][1] = 3; // nilai Nobita minggu ke 2
Nilai[0][2] = 2; // nilai Nobita minggu ke 3
Nilai[1][0] = 72; // nilai Suneo minggu ke 1
Nilai[1][1] = 88; // nilai Suneo minggu ke 2
Nilai[1][2] = 60; // nilai Suneo minggu ke 3
Nilai[2][0] = 90; // nilai Shizuka minggu ke 1
Nilai[2][1] = 100; // nilai Shizuka minggu ke 2
Nilai[2][2] = 85; // nilai Shizuka minggu ke 3
Nilai[3][0] = 55; // nilai Giant minggu ke 1
Nilai[3][1] = 76; // nilai Giant minggu ke 2
Nilai[3][2] = 46; // nilai Giant minggu ke 3
// menampilkan nilai
while (1)
{
cout << “(0 = Nobita, 1 = Suneo, 2 = Shizuka, 3 = Giant)\n”;
cout << “Nama Siswa (masukkan kode angka) : “; cin >> pilih;
if ((pilih == 0) || (pilih == 1) || (pilih == 2) || (pilih == 3))
break; //keluar dari loop-while
}
cout << “\nNama Siswa : “;
if (pilih == 0) cout << “Nobita\n”;
if (pilih == 1) cout << “Suneo\n”;
if (pilih == 2) cout << “Shizuka\n”;
if (pilih == 3) cout << “Giant\n”;
for (i = 0; i < 3 ; i++)
{
cout << “Minggu ” << i+1 << ” : ” << Nilai[pilih][i] << “\n”;
}
getch();
return 0;
}
(0 = Nobita, 1 = Suneo, 2 = Shizuka, 3 = Giant)
Nama Siswa (masukkan kode angka) : 2
Nama Siswa : Shizuka
Minggu 1 : 90
Minggu 2 : 100
Minggu 3 : 85
Contoh Array Operasi Matriks
Penjumlahan Matriks
- Untuk menjumlahkan kedua matriks, dibutuhkan matriks yang memiliki ordo yang sama. Ordo adalah ukuran baris dan kolom. Apabila kita memiliki suatu matriks berukuran 2×3, maka kita memerlukan matriks lain yang berukuran 2×3 juga untuk dapat dijumlahkan
- Proses yang terjadi adalah setiap elemen pada matriks pertama dijumlahkan dengan elemen pada matriks kedua sesuai dengan alamat baris dan kolomnya.
#include <iostream.h>Otput Data
#include <conio.h>
int main()
{
int matrikA[3][4] = {7,6,9,3,5,7,4,2,7,9,2,2};
int matrikB[3][4] = {{3,6,8,6},{7,3,9,1},{8,5,9,4}};
int matrikC[3][4];
int i, j;
//penjumlahan matriks
for (i=0; i<3; i++)
{
for (j=0; j<4; j++)
{
matrikC[i][j] = matrikA[i][j] + matrikB[i][j];
}
}
//menampilkan data masing-masing matriks
cout << “\nData Matriks A : \n”;
cout << “================ \n”;
for (i=0; i<3; i++)
{
for (j=0; j<4; j++)
cout << matrikA[i][j] << ” “;
cout << “\n”;
}
cout << “\nData Matriks B : \n”;
cout << “================ \n”;
for (i=0; i<3; i++)
{
for (j=0; j<4; j++)
cout << matrikB[i][j] << ” “;
cout << “\n”;
}
cout << “\nData Matriks C = Matriks A + Matriks B : \n”;
cout << “======================================== \n”;
for (i=0; i<3; i++)
{
for (j=0; j<4; j++)
cout << matrikC[i][j] << ” “;
cout << “\n”;
}
getch();
return 0;
}

Contoh Array Memperoleh Bilangan Terbesar
Pada program ini, data akan dimasukkan ke dalam array, kemudian masing-masing data diperiksa hingga pada akhirnya didapatkan nilai terbesar.#include <iostream.h>
#include <conio.h>
int main()
{
int data[10] = {3,23,10,44,87,8,29,37,26,21};
int max, i;
// menampilkan data pada array
cout << “Data pada array : \n”;
for (i=0; i<10; i++)
{
cout << data[i] << “\n”;
}
// memperoleh bilangan terbesar
max = data[0];
for (i=1; i<10; i++)
{
if (data[i] > max)
max = data[i];
}
cout << “\nBilangan terbesar yang diperoleh adalah : ” << max;
getch();
return 0;
}
Output Data
FUNGSI didalam C++
1. Pengertian Fungsi
Fungsi merupakan blok program yang dirancang untuk melaksanakan tugas tertentu. Beberapa keguaan fungsi antara lain :
- Untuk mengurangi pengulangan program yang sama
- Agar program menjadi terstruktur, rapi dan lebih mudah dikembangkan.
2. Struktur Fungsi
Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut:return_type nama_fungsi(parameter) {
pernyataan
}
Keterangan:
- return_type adalah nilai balik saat fungsi dipanggil
- nama_fungsi, biasanya disesuaikan dengan kegunaan dari fungsi, namun boleh ditulis secara bebas dengan ketentuan tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang memiliki arti sendiri.
- parameter/argumen, diletakan di antara tanda kurung setelah nama fungsi, argumen digunakan sebagai nilai masukan untuk fungsi dan dapat dibuat lebih dari satu atau tidak sama sekali.
Untuk memanggil fungsi, gunakan nama fungsi dan definisi argumen jika dibutuhkan. perhatikan contoh berikut:
Contoh 1:
#include <iostream.h> #include <conio.h> void hello() { cout << "Hello Everyone\n"; } void main() { hello(); hello(); getch(); }
Output:
Hello Everyone
Hello Everyone
3. Fungsi dengan Parameter
Parameter adalah nilai yang dapat kita masukkan ke dalam sebuah fungsi.
Kita dapat mendefinisikan jumlah parameter berapapun sesuai dengan
kebutuhan.
Terdapat dua macam parameter, yaitu:
- parameter formal, yaitu variabel yang terdapat dalam definisi fungsi.
- parameter aktual, yaitu variabel atau nilai yang digunakan saat pemanggilan suatu fungsi.
Perhatikan contoh berikut:
Contoh 2:
#include <iostream.h> #include <conio.h> void tambah(int a, int b) { cout << a + b << endl; } void main() { tambah(10, 12); tambah(100, 200); getch(); }
Output:
22
300
4. Protipe Fungsi
Prototipe fungsi digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai:
- Nilai balik dari fungsi
- Jumlah parameter yang digunakan fungsi
- Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan fungsi
Contoh 3:
#include <iostream.h> #include <conio.h> //definisi prototipe void tambah(int a, int b); void kurang(int a, int b); void main() { tambah(10, 12); tambah(100, 200); kurang(30, 45); kurang(200, 125); getch(); } void tambah(int a, int b) { cout << a + b << endl; } void kurang(int a, int b) { cout << a - b << endl; }
Output:
22
300
-15
75
5. Nilai bawaan parameter
Salah satu keistimewaan C++ adalah adanya kemampuan untuk menggunakan
nilai bawaan (default) parameter fungsi. parameter yang mempunyai nilai
bawaan nantinya dapat tidak disertakan didalam pemanggilan fungsi.
Contoh 4:
Output:
C++
Selesai
C++
C++
C++
Selesai
#include <iostream.h> #include <conio.h> void hello(int jum=1); // Prototipe fungsi void main() { clrscr(); hello(); hello(3); getch(); } void hello(int jum) { for (int i = 0; i < jum; i ++) { cout << " C++ " << endl; } cout << " Selesai " << endl; }
Output:
C++
Selesai
C++
C++
C++
Selesai
6. Pass By Value
Melewatkan parameter dengan nilai (pass by value). Secara
default argumen yang kita definisikan dalam fungsi bersifat pass by
value, yang berarti akan dilewatkan ke dalam fungsi dan tidak akan
mengalami perubahan setelah fungsi dijalankan. Perhatikan contoh
berikut:
Contoh 5:
Output:
Nilai c SEBELUM fungsi perkalian dipanggil : 0
Nilai c DALAM fungsi perkalian 300
Nilai c SETELAH fungsi perkalian dipanggil : 0
#include <iostream.h> #include <conio.h> void perkalian(int a, int b, int c); void main() { int a = 10, b = 30, c = 0; cout << "\nNilai c SEBELUM fungsi perkalian dipanggil : " << c; perkalian(a, b, c); cout << "\nNilai c SETELAH fungsi perkalian dipanggil : " << c; getch(); } void perkalian(int a, int b, int c) { c = a * b; cout << "\nNilai c DALAM fungsi perkalian " << c; }
Output:
Nilai c SEBELUM fungsi perkalian dipanggil : 0
Nilai c DALAM fungsi perkalian 300
Nilai c SETELAH fungsi perkalian dipanggil : 0
7. Pass By Reference
Melewatkan parameter dengaan rerefensi (pass by reference). Berbeda dengan pass by value yang tidak akan mempengaruhi nilai parameter setelah fungsi dijalankan, pass by reference
akan mempengaruhi nilai setelah fungsi dijalankan. Untuk melewatkan
parameter dengan referensi, tambahkan karakter ampersand ('&') di
depan nama parameter. berikut adalah contoh sebelumnya yang telah diubah
menjadi pass by reference:
#include <iostream.h> #include <conio.h> void perkalian(int a, int b, int &c); void main() { int a = 10, b = 30, c = 0; cout << "\nNilai c SEBELUM fungsi perkalian dipanggil : " << c; perkalian(a, b, c); cout << "\nNilai c SETELAH fungsi perkalian dipanggil : " << c; getch(); } void perkalian(int a, int b, int &c) { c = a * b; cout << "\nNilai c DALAM fungsi perkalian " << c; }
Output:
Nilai c SEBELUM fungsi perkalian dipanggil : 0
Nilai c DALAM fungsi perkalian 300
Nilai c SETELAH fungsi perkalian dipanggil : 300
8. Fungsi yang mengembalikan nilai
Pada saat kita membuat fungsi, sering kali kita ingin agar ketika fungsi
dipanggil akan melakukan proses dan mengembalikan nilai tertentu. kita
bisa menggunakan keyword return dalam fungsi untuk mengembalikan nilai
ketika fungsi tersebut dipanggil. sebagai contoh, perhatikan script
berikut:
Contoh 7:
Output:
nilai c sekarang = 1000
#include <iostream.h> #include <conio.h> int tambahkan(int a, int b); long kuadrat(long a); void main() { int a = 10, b = 30, c = 0; a = kuadrat(a); b = kuadrat(b); c = tambahkan(a, b); cout << "nilai c sekarang = " << c; getch(); } int tambahkan(int a, int b) { return a + b; } long kuadrat(long a) { return a * a; }
Output:
nilai c sekarang = 1000
9. Lingkup Variabel
Lingkup variabel menentukan keberadaan suatu variabel tertentu dalam
fungsi. Ada variabel yang hanya dikenal di suatu fungsi dan tidak
dikenal pada fungsi lain. Namun ada juga variabel yang dapat diakses
oleh semua fungsi.
a. Variabel Lokal
variabel lokal adalah variabel yang dideklarasikan di dalam fungsi dan
hanya dikenali dalam fungsi yang bersangkutan. Variabel lokal bisa juga
disebut dengan variabel otomatis. Perhatikan contoh berikut:
#include <iostream.h> #include <conio.h> void lokal(); void main() { int a = 25; cout << "\nNilai a dalam fungsi main = " << a; lokal(); cout << "\nNilai a dalam fungsi main = " << a; getch(); } void lokal() { int a=70; cout << "\nNilai a dalam fungsi lokal = " << a; }
Output:
Nilai a dalam fungsi main = 25
Nilai a dalam fungsi lokal = 70
Nilai a dalam fungsi main = 25
b. Variabel Eksternal
Variabel eksternal adalah variabel yang dideklarasikan di luar fungsi
dan bersifat global sehingga dapat digunakan bersama-sama tanpa harus
dideklarasian berulang-ulang. perhatikan contoh berikut:
#include <iostream.h> #include <conio.h> int a = 77; void lokal(); void main() { a = 25; cout << "\nNilai a dalam fungsi main = " << a; lokal(); cout << "\nNilai a dalam fungsi main = " << a; getch(); } void lokal() { a+=7; cout << "\nNilai a dalam fungsi lokal = " << a; }
Output:
Nilai a dalam fungsi main = 25
Nilai a dalam fungsi lokal = 32
Nilai a dalam fungsi main = 32
c. Variabel Statis
Variabel statis dapat berupa variabel lokal ataupun variabel eksternal. variabel statis ini mempunyai sifat antara lain:
- jika variabel statis bersifat lokal, maka variabel hanya dikenal oleh fungsi dimana variabel dideklarasikan.
- jika variabel statis bersifat eksternal, maka variabel dapat dipergunakan oleh semua fungsi yang terletak pada file yang sama.
- jika nilai variabel statis tidak diberikan, secara otomatis akan diberikan nilai nol.
Contoh 10:
#include <iostream.h> #include <conio.h> void saya_ingat(); void main(){ int mana = 50; clrscr(); saya_ingat(); saya_ingat(); saya_ingat(); cout << " main() : mana = " << mana << endl; getch(); } void saya_ingat() { static int mana = 77; mana ++; cout << " Saya_ingat () : mana = " << mana << endl; }
Output:
Saya_ingat () : mana = 78
Saya_ingat () : mana = 79
Saya_ingat () : mana = 80
main() : mana = 50
10. Overloading Function
Fungsi overloading berarti mendefinisikan beberapa fungsi dengan nama yang sama tetapi dengan parameter yang berbeda.
#include <iostream.h> #include <conio.h> int kuadrat(int angka); long kuadrat(long angka); float kuadrat(float angka); void main() { int a = 200; float b = 50.56; long c = 120; cout << a << " dikuadratkan menjadi " << kuadrat(a) << endl; cout << b << " dikuadratkan menjadi " << kuadrat(b) << endl; cout << c << " dikuadratkan menjadi " << kuadrat(c) << endl; getch(); } int kuadrat(int angka){ return (angka * angka); } long kuadrat(long angka) { return (angka * angka); } float kuadrat(float angka) { return (angka * angka); }
Output:
200 dikuadratkan menjadi 40000
50.56 dikuadratkan menjadi 2556.31
120 dikuadratkan menjadi 14400
Dalam bahasa C++ dikenal beberapa macam Struktur Kontrol Perilangan, yaitu :
Contoh Penerapannya dalam kode program adalah sebagai berikut :
Perulangan For
Perulangan For merupakan struktur kontrol perulangan yang menjalankan satu atau lebih perintah dengan jumlah perulangan yang sudah ditentukan pada proses inisialisasi kondisi. Bentuk umum penulisannya adalah sebagai berikut.for(kondisi){
Statement;
}
Contoh Penerapannya dalam kode program adalah sebagai berikut :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
main(){
int x;
for(x=0;x<10;x++){
cout<<x<<". Aku suka C++"<<endl;
}
getch();
}
Perulangan While
Perulangan while merupakan struktur kontrol perulangan yang akan melakukan pengulangan selama kondisi yang dihasilkan dalam perulangan tersebut masih bernilai benar. Bentuk umum penulisannya adalah sebagai berikut :Deklarasi;
while(kondisi){
Statement;
}
Contoh Penerapannya dalam kode program adalah sebagai berikut :#include <iostream.h>
#include <conio.h>
main(){
int x = 5;
while(x>0){
cout<<x<<" ";
x--;
}
cout<<"Program Berhasil";
getch();
}
Perulangan Do-While
Perulangan do-while merupakan struktur kontrol perulangan yang menjalankan perintah yang ada didalamnya terlebih dahulu dan melihat kondisi perulangan setelah perintah tersebut selesai dijalankan. Dengan kata lain walaupun kondisinya bernilai salah, minimal perintah sudah dijalankan sebanyak satu kali. Bentuk umum penulisannya sebagai berikut :inisialisasi;
do
{
Statement;
}while(kondisi);
Contoh Penerapannya dalam kode program adalah sebagai berikut :#include <iostream.h>
#include <conio.h>
main(){
char x = 'A';
cout<<"Abjad : "<<endl;
do{
cout<<x<<" ";
x++;
}while(x<='Z');
getch();
}
Perulangan Goto
Perulangan goto merupakan struktur kontrol perulangan yang memiliki label. Perintah akan mengalami pengulangan apabila ada perintah untuk kembali atau menuju kesuatu label. Label disini merupakan suatu pengenal (identifier).Contoh Penerapannya dalam kode program adalah sebagai berikut :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
main(){
int angka;
char t;
atas:
cout<<"Masukan angka : ";cin>>angka;
cout<<" > "<<angka<<endl;;
cout<<"Ingin memasukan lagi[Y/T] ";cin>>t;
if(t=='y' ||t=='Y'){
goto atas;
}
else{
goto bawah;
}
getch();
bawah:
}
Rabu, 21 Februari 2018
Cara Membuat Tabel di Notepad++
<html>
<head>
<title>TABEL</title>
<body>
<h2>TABEL<h2>
<html>
<table border="2">
<h4>Tabel 1</h4>
<tr>
<td width='100px'height='20px'></td>
</tr>
<tr>
<table border="2">
<h4>Tabel 2</h4>
<tr>
<tr>
<td width='100px' height='20px'></td>
<td width='100px' height='20px'></td>
</tr>
<table border="2">
<h4>Tabel 3</h4>
<tr>
<td width='100px' height='20px'></td>
</tr>
<tr>
<td width='100px' height='20px'></td>
</tr>
<table border="2">
<h4>Tabel 4</h4>
<tr>
<td width='100px' height='20px'></td>
<td width='100px' height='20px'></td>
</tr>
<tr>
<td width='100px' height='20px'></td>
<td width='100px' height='20px'></td>
</tr>
<table border="2">
<h4>Tabel 5</h4>
<tr>
<td colspan="10" width='100px' height='20px'></td>
</tr>
<tr>
<td width='100px' height='20px' </td>
<td width='100px' height='20px'</td>
</tr>
</body>
</head>
</html>
Hasil
<html>
<head>
<title>TABEL</title>
<body>
<h2>TABEL<h2>
<html>
<table border="2">
<h4>Tabel 1</h4>
<tr>
<td width='100px'height='20px'></td>
</tr>
<tr>
<table border="2">
<h4>Tabel 2</h4>
<tr>
<tr>
<td width='100px' height='20px'></td>
<td width='100px' height='20px'></td>
</tr>
<table border="2">
<h4>Tabel 3</h4>
<tr>
<td width='100px' height='20px'></td>
</tr>
<tr>
<td width='100px' height='20px'></td>
</tr>
<table border="2">
<h4>Tabel 4</h4>
<tr>
<td width='100px' height='20px'></td>
<td width='100px' height='20px'></td>
</tr>
<tr>
<td width='100px' height='20px'></td>
<td width='100px' height='20px'></td>
</tr>
<table border="2">
<h4>Tabel 5</h4>
<tr>
<td colspan="10" width='100px' height='20px'></td>
</tr>
<tr>
<td width='100px' height='20px' </td>
<td width='100px' height='20px'</td>
</tr>
</body>
</head>
</html>
Hasil
Selasa, 13 Februari 2018
Cara Membuat Tabel di Notepad++
<html>
<head>
<title>TABEL</title>
</head>
<body background="hmk.jpg">
<h1><center>PROFIL</h1></center>
<center><table bolder="5" width="60%" height="350" bgcolor="blue"></center>
<tr></tr>
<th><h1><align> SITI NUR RAMADANIA <br> X TKJ 3 </br> <br> SMK BINA BANGSA </br></h1></th></align>
</table><br></br>
</body>
</head>
</html>
<html>
<head>
<title>TABEL</title>
</head>
<body background="hmk.jpg">
<h1><center>PROFIL</h1></center>
<center><table bolder="5" width="60%" height="350" bgcolor="blue"></center>
<tr></tr>
<th><h1><align> SITI NUR RAMADANIA <br> X TKJ 3 </br> <br> SMK BINA BANGSA </br></h1></th></align>
</table><br></br>
</body>
</head>
</html>
Hasil
Kamis, 18 Januari 2018
1. Dalam menyusun suatu program,langkah pertama yang harus di lakkukan adalah :
a. Membuat program
b. Membuat Algoritma
c. Membeli komputer
d. Proses
e. Mempelajari program
2. Sebuah prosedur langkah demi langkah yang pasti untuk menyelesaikan sebuah masalah di sebut :
a. Proses
b. Program
c. Algoritma
d. Step
e. Diagram
3. Pseudocode yang di gunakan pada penulisan algoritma berupa :
a. Bahassa Inggris
b. Bahasa Puitis
c. Bahasa pemograman
d. Sembarang bahasa asal terstruktur
e. Bahasa Mesin
4. Pada pembuatan program komputer, algoritma dibuat :
a. Sebelum pembuatan program
b. Pada saat program dibuat
c. Sesudah pembuatan program
d. Pada saat verifikasi program
e. Pada saat di jalankan
5. Tahapan dalam menyelesaikan suatu masalah adalah :
a. Masalah-Pseudocode-Flowchart-Program-Eksekusi-Hasil
b. Masalah-Algoritma-Flowchart-Program-Eksekusi-Hasil
c. Masalah-Model-Algoritma-Eksekusi-Hasil
d. Masalah-Model-Algoritma-Program-Eksekusi-hasil
e. Algoritma-Program-Model-Eksekusi-Hasil
6. Diketahui bahwa kantong P kosong. Kantong Q berissi 10 buah kelereng dan kantong R berisi 15 kelereng. Apabila yang terbawa hanya sebuah kantong dan di katakan BUKAN kantong P yang terbawa, Maka jumlah kelereng yang terbawa adalah :
a. 10
b. 15
c. 10 atau 15
d. 10 dan 15
e. Kosong
7. Diberikan algoritma : Apabila warna merah maka jadi hijau. Apabila warna hijau maka jadi putih, selain warna merah dan hijau maka jadi ungu. Jika kondisi input warna adalah hitam, maka warna jadi :
a. Merah
b. Ungu
c. Hijau
d. Putih
e. Abu-abu
8. Instruksi P=Q akan mengakibatkan nilai P=nilaiQ,dan nilai Q menjadi :
a. Menjadi Sembarang Nilai
b. Menjadi hampa
c. Q tetap
d. Menjadi 10
e. P tetap
9. Apabila a=5, b=10, maka jika di berikan instruksi a=b; b=a akan mengakibatkan :
a. a=0 , b=5
b. a=10 , b=5
c. a=10 , b=0
d. a=b
e. a=10 , b=10
10. Di berikan algoritma P=10; P=P+5; Q=P. Nilai P dan Q masing-masing adalah :
a. 15 dan 0
b. 0 dan 15
c. 15 dan 15
d. 0 dan 10
e. 10 dan 15
Langganan:
Postingan (Atom)
Siti Nur Ramadania XII TKJ 3 Komponen komponen pada komputer Hardisk RAM Kipas Processor Prosesor CD ata...


